Ia menceritakan detik-detik setelah ledakan. Saat ditemukan, Rifai masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ibunya dan sang kakak berusaha menolong, mendekapnya di halaman depan rumah. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Kondisi lukanya terlalu parah.
"Posisi korban masih di depan rumah, belum meninggal, cuma didekap sama ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan," tuturnya.
Di sisi lain, ada juga kisah yang berujung lebih baik. Seorang korban lain bernama Toni, warga Kecamatan Sukorejo, berhasil diselamatkan. Dengan sigap, Siswanto sendiri yang mengantarnya ke Rumah Sakit Bantarangin menggunakan motornya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Suasana di lokasi kejadian tampak pilu, meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar.
Artikel Terkait
Gangguan Rel Bogor-Cilebut Hambat Ribuan Komuter di Puncak Jam Sibuk
Anggota DPRD DKI Desak Pemprov Perketat Pengawasan di Taman Kota Cawang
Pelatih PSBS Biak: Laga Kandang Tanpa Suporter Seperti Uji Coba
Truk Kontainer Tabrak Pembatas Jalan, Lalu Lintas Daan Mogot Macet Parah