Menurut pantauannya, harga-harga di sejumlah pasar utama di Jakarta juga belum menunjukkan lonjakan yang berarti. Padahal, tekanan dari luar negeri jelas ada. “Kenaikan harga signifikan belum terjadi, dan mudah-mudahan tidak terjadi. Saya akan terus pantau, semoga inflasi bisa kita kendalikan,” kata Pramono.
Namun begitu, dia tidak menampik adanya risiko. Pramono mengakui bahwa gejolak global ini berpotensi mengganggu distribusi energi dunia. Salah satu titik rawan yang dia waspadai adalah Selat Hormuz.
“Kalau nanti Selat Hormuz sampai ditutup, dampaknya akan langsung terasa. Rantai pasokan bakal terganggu dan harga-harga pasti ikut naik,” jelasnya.
Jadi, meski memberi sinyal aman untuk pasokan pangan lokal, Pramono tetap menyoroti ancaman dari faktor eksternal yang bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi ke depannya.
Artikel Terkait
Ledakan di Ponorogo Tewaskan Remaja 16 Tahun, Sejumlah Warga Luka-luka
Jadwal Salat 12 Ramadan 1447 H untuk Warga Medan
Timnas Hockey Indonesia Bidik Final Kualifikasi Asian Games 2026 di Oman
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah