"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,"
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dikutip media lokal, Minggu lalu. Serangan ini disebut sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi korban serangan gabungan AS dan Israel.
Mereka bahkan mengeluarkan peringatan keras, bahwa wilayah darat dan laut akan berubah jadi kuburan bagi musuh-musuhnya.
USS Abraham Lincoln sendiri diketahui telah beroperasi di perairan Laut Arab sejak akhir Januari. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari militer AS terkait tingkat kerusakan atau adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Semuanya berawal dari operasi yang dijuluki "Epic Fury" oleh AS dan Israel pada Sabtu lalu. Serangan itu merenggut nyawa sejumlah petinggi Iran, termasuk Khamenei, plus ratusan warga sipil.
Iran tak tinggal diam. Mereka langsung meluncurkan serangan balasan pada hari yang sama, dan berlanjut ke hari Minggu. Sasaran balasan mereka bukan cuma aset militer, tapi juga Riyadh serta provinsi Timur Arab Saudi.
Artikel Terkait
Mudik NTB 2026: Diskon Tiket dan Tantangan Keselamatan di Jalur Darat-Laut
Manchester United Geser Aston Villa ke Posisi Tiga Usai Dramatis di Old Trafford
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat di RSPAD dalam Usia 90 Tahun
Anggota DPR Soroti Sistemik KDRT Usai Kasus Pembunuhan Istri di Kepulauan Riau