Jakarta - Menjelang puncak arus mudik dan balik, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengaku sudah siap. Kali ini, mereka akan lebih mengandalkan teknologi digital untuk mengatur arus kendaraan di jalan tol. Intinya, agar perjalanan masyarakat lebih lancar.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan.
"Berkaitan dengan tata kelola jalan tol tentunya pada saat puncak arus nanti, apakah menghadapi arus mudik dan balik, tentunya Korlantas Polri dengan stakeholder akan selalu berkolaborasi," ujar Agus dalam siaran persnya, Minggu (1/3).
Rencananya, teknologi digital akan jadi tulang punggung untuk manajemen dan rekayasa lalu lintas. Skemanya macam-macam, mulai dari pengalihan arus, penjagaan, sampai yang sudah akrab di telinga: contraflow dan sistem satu arah nasional.
"Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, baik penjagaan, hingga contraflow, one way nasional, dan seterusnya," kata dia.
Nah, soal penerapan contraflow itu sendiri, rupanya tidak asal pakai. Ada parameternya. Tujuannya jelas, biar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan benar-benar efektif melancarkan arus.
"Pada saat arus mudik dan arus balik tentunya kami akan melakukan rekayasa lalu lintas contraflow, inipun juga ada parameter-parameter bagaimana kami mengeksekusi, sehingga kami bisa memperlancar perjalanan para pemudik, dan termasuk arus balik," tambahnya.
Artikel Terkait
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik
Iran Hadapi Vakum Kekuasaan Pasca-Kematian Khamenei, Majelis Pakar Cari Penerus
Persis Solo Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Persik Meski Bermain 10 Pemain