Ini pengakuan yang penting. Sebuah bentuk apresiasi atas komitmen panjang masyarakat dan pemkab setempat.
Bupati Nanik Endang Rusminiarti sendiri punya pandangan mendalam tentang hal ini.
Menurutnya, Labuhan Sarangan bukan sekadar ritual. Ini warisan budaya adiluhung yang penuh makna. Sebuah wujud syukur atas rezeki dan keselamatan, juga bentuk penghormatan pada alam yang telah menopang kehidupan.
"Tradisi ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga harmoni dengan alam," katanya. Terutama dengan Telaga Sarangan, yang sudah jadi ikon pariwisata sekaligus sumber kehidupan.
Di sisi lain, upacara ini juga jadi perekat kebersamaan. Di era digital yang serba individual, gotong royong mempersiapkan acara seperti ini memperkuat ikatan sosial. Ia juga jadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Nilai-nilai spiritualitas, kegotongroyongan, dan kepedulian lingkungan harus terus diturunkan. Agar tradisi ini bukan cuma tontonan, melainkan juga tuntunan.
Daya Tarik yang Diharapkan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan, Joko Trihono, menyambut gembira pengakuan WBTb ini. Ia berharap, ke depan Labuhan Sarangan bisa masuk kalender event nasional.
Memang, saat ini acara ini sudah masuk Calendar of Event 2026 Kabupaten Magetan. Filosofinya jelas: ungkapan syukur atas alam yang indah dan tanah yang subur. Hasil bumi yang dilarung adalah simbol sinergi manusia dengan lingkungan.
Dan efeknya ke pariwisata cukup nyata. Data Disparbud Magetan mencatat, kunjungan ke Telaga Sarangan pada 2025 mencapai 1.094.668 wisatawan. Angka itu menghasilkan PAD sekitar Rp20,2 miliar. Naik tipis dari tahun sebelumnya. Untuk 2026, target PAD dinaikkan jadi Rp23,4 miliar.
Pemkab Magetan berkomitmen terus mengembangkan telaga ini. Tak hanya sebagai ikon wisata alam, tapi juga budaya unggulan yang berkarakter. Agar makin banyak wisatawan yang datang, dan tradisi indah ini tetap hidup untuk generasi-generasi mendatang.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan