Soal siapa pengganti Khamenei, Trump hanya berkomentar singkat kepada CBS. Menurutnya, "ada beberapa kandidat yang baik" di Iran. Namun begitu, ia tak mau menjabarkannya lebih jauh.
Di sisi lain, situasi di lapangan justru bergerak ke arah yang berlawanan. Serangan yang mengguncang kompleks kediaman Khamenei di Teheran dengan puluhan bom itu telah memantik ancaman balasan yang keras dari Iran. Nada yang digunakan jauh dari kata 'diplomasi'.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara gamblang menyatakan, "Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki."
Ancaman itu menggantung di udara. Sementara Trump bicara tentang peluang damai, Iran justru menyiapkan jawaban yang mungkin lebih berdarah.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan