Di sisi lain, sidang darurat ini sendiri digelar atas permintaan bersama dari beberapa negara. Prancis, Bahrain, China, Rusia, dan Kolombia mendorong diselenggarakannya pertemuan mendesak tersebut.
Namun begitu, ada drama lain di balik layar. Rusia dan China sebelumnya meminta agar Inggris, yang kebetulan sedang menjabat presiden Dewan Keamanan, menggelar sidang dengan agenda khusus tentang “ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.” Permintaan itu rupanya tak digubris.
“Upaya kepresidenan Inggris untuk secara artifisial mengecilkan tingkat bahaya situasi saat ini sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Nebenzia dengan nada kesal.
Kritiknya tak berhenti di situ. Dia juga menyayangkan sikap kepresidenan Inggris yang dianggapnya mengabaikan permintaan mereka. Rusia dan China ingin Jeffrey David Sachs, seorang ahli dari Universitas Columbia, diundang untuk memberikan pengarahan. Tapi permintaan itu, menurut Nebenzia, “secara terang-terangan” diabaikan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan