Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran semakin menjadi-jadi. Kali ini, sasarannya disebut-sebut adalah kompleks tempat tinggal pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Operasi ini menandai eskalasi baru yang sangat berbahaya.
Menurut laporan Channel 12 Israel yang dikutip AFP, aksi militer itu sangat masif. "30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut," begitu bunyi laporannya. Mereka juga menyebut Ali Khamenei kemungkinan sedang berlindung di bawah tanah saat serangan terjadi, meski lokasi pastinya belum bisa dipastikan.
Di sisi lain, dari Jerusalem, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung angkat bicara. Ia mengeluarkan klaim yang menggemparkan usai serangan Sabtu lalu.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi,"
Artikel Terkait
Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv
Wamenparekraf: Harmoni Imlek Nusantara Bukti Akulturasi dan Penggerak Ekonomi
DPR Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Konflik Iran-Israel
Menteri Yandri Ajak Al-Khairiyah Kolaborasi Gerakkan Desa Ekspor di Banten