Bandara Dubai Tutup Total Imbas Ketegangan Militer AS-Israel dan Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:35 WIB
Bandara Dubai Tutup Total Imbas Ketegangan Militer AS-Israel dan Iran

Suasana mencekam menyelimuti Dubai. Penerbangan di seluruh bandara utama kota itu tiba-tiba dihentikan total. Pemicunya? Kondisi di Timur Tengah yang memanas dengan cepat, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Lewat sebuah postingan di akun X resminya, Dubai Airports mengonfirmasi penghentian operasi ini. Mereka menyebut semua penerbangan di Dubai International (DXB) dan Dubai World Central - Al Maktoum International (DWC) ditangguhkan. Sampai kapan? Masih belum jelas, menunggu pemberitahuan lebih lanjut.

“Penumpang disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke bandara pada saat ini,” begitu bunyi pernyataan tersebut.

Mereka yang sudah punya tiket disarankan langsung menghubungi maskapai. Cari info terbaru, jangan buru-buru ke bandara. Situasinya benar-benar tidak kondusif.

Semua ini berawal dari serangan dini hari Sabtu waktu Iran. AS dan Israel melancarkan serangan gabungan, yang mereka klaim bertujuan menghilangkan ancaman dari rezim Iran. Reaksi Teheran pun datang cepat. Mereka menyebutnya pelanggaran kedaulatan dan langsung berjanji membalas.

Dan balasan itu tidak lama datang. Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan. Akibatnya, rentetan ledakan mengguncang beberapa negara Teluk. Laporan datang dari Bahrain, Uni Emirat Arab sendiri, Qatar, hingga Kuwait. Suara dentuman itu terdengar jelas setelah aksi AS-Israel ke Iran.

Di sisi lain, kabar buruk berdatangan dari Iran. Menteri Pertahanan mereka, Amir Nasirzadeh, dilaporkan tewas. Begitu pula dengan seorang komandan Garda Revolusi, Mohammed Pakpour. Namun begitu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi kabar duka ini. Pihak Israel juga masih tutup mulut.

Situasi sekarang benar-benar genting. Bandara di Dubai yang biasanya ramai, kini senyap. Para penumpang terpaksa menunggu dengan perasaan was-was, sambil memantau perkembangan yang serba tidak pasti ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar