Bagi dia, acara ini bukan sekadar urusan mengisi perut. Lebih dari itu, ini adalah sarana untuk menjalin silaturahmi dan membuka komunikasi yang lebih cair antara polisi dan warga. Apalagi, peran para pengemudi ojol dan potensi masyarakat dinilai sangat krusial.
Sinergi yang baik dengan mereka, menurut Jauhari, adalah kunci untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kota Tangerang. Kerja sama itu tidak bisa dibangun hanya dengan perintah, tetapi butuh pendekatan yang manusiawi.
Acara berlangsung lancar dan penuh keakraban. Saat waktu berbuka tiba, semua peserta bersama-sama menyantap hidangan yang telah disediakan. Obrolan dan tawa terdengar di sela-sela suara gemericik air untuk wudhu.
Pada akhirnya, momentum seperti ini diharapkan bisa terus mempererat hubungan. Selain sebagai ladang amal di bulan suci, kegiatan semacam ini menanamkan benih kepercayaan. Dan itu, nilainya jauh lebih besar dari sekadar satu paket takjil.
Artikel Terkait
Kapolri Lakukan Perombakan Besar di Jajaran Kortas Tipikor Polri
Parade Imlek Nasional 2026 Dibuka dengan Tanda Kerukunan di Lapangan Banteng
Badan Gizi Nasional Tegaskan Kabar PPPK Tahap 3 Adalah Hoaks
Parade Imlek 2026 Warnai Jakarta, Wapres Gibran Dijadwalkan Hadir