Tentu saja, pengisian berdaya tinggi seperti ini berisiko panas berlebih. Untuk mengatasinya, kabel charging gun dan terminalnya dilengkapi teknologi pendingin cair. Sistem liquid cooling ini dirancang khusus untuk menjaga kestabilan saat arus tinggi mengalir, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, Megawatt Flash Charging juga punya trik lain: teknologi dual-gun charging. Penggunanya bisa memilih, pakai satu kabel saja atau dua kabel sekaligus secara paralel untuk mendongkrak daya pengisian. Fleksibel.
Selain itu, ada fitur cerdas bernama peak shaving dan valley filling. Mungkin terdengar teknis, tapi intinya sederhana: perangkat ini bisa menyimpan energi saat permintaan listrik rendah (misalnya tengah malam), lalu menyalurkannya kembali saat permintaan memuncak. Strategi ini bukan cuma mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional, tapi juga menjaga output tinggi 1MW tetap stabil. Jadi, semacam solusi dua masalah sekaligus.
Gerakan BYD ini jelas memberi sinyal. Mereka tidak hanya berfokus pada produksi mobil listrik, tapi juga membangun ekosistem pengisian daya yang super cepat. Perlombaan infrastruktur EV memasuki babak baru yang lebih seru.
Artikel Terkait
Taliban Tawarkan Jalur Diplomasi Meski Ketegangan di Perbatasan Pakistan Masih Membara
Arab Saudi Perketat Aturan Paket Umrah Ramadan, Jemaah Indonesia Diminta Waspada
Cak Imin Serukan Kesehatan Mental Jadi Agenda Strategis Nasional
Wapres Gibran Hadiri Puncak Perayaan Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng