IHSG Melemah Tipis ke 8.235, Meski Nilai Transaksi Harian Melonjak 25%

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:45 WIB
IHSG Melemah Tipis ke 8.235, Meski Nilai Transaksi Harian Melonjak 25%

Pergerakan pasar saham sepanjang pekan kemarin, 23 hingga 27 Februari 2026, ditutup dengan sentimen yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,44 persen, berakhir di level 8.235,48. Padahal, ada satu catatan yang cukup mencolok: rata-rata nilai transaksi harian justru melonjak signifikan, mencapai 25,35 persen.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, posisi IHSG memang turun dari 8.271,76 di pekan sebelumnya.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yaitu sebesar 25,35% menjadi Rp29,52 triliun, dari Rp23,89 triliun pada pekan sebelumnya,"

ujar Kautsar, Sabtu (28/2/2026).

Namun begitu, kabar buruk datang dari kapitalisasi pasar. Angkanya tergerus 1,03 persen, menyusut jadi Rp14.787 triliun. Sebelumnya, nilai itu masih bertengger di Rp14.941 triliun.

Kalau dilihat lebih detail, aktivitas transaksi harian tampak beragam. Di satu sisi, frekuensinya justru turun 3,72 persen menjadi sekitar 2,95 juta kali. Tapi di sisi lain, volume transaksi malah naik 8,55 persen, mencapai 51,02 miliar lembar saham. Agak menarik, bukan? Frekuensi turun tapi volume naik. Ini menunjukkan ada transaksi besar-besaran yang terjadi, meski jumlah transaksinya sendiri berkurang.

Lalu, bagaimana dengan peran investor asing? Ternyata, mereka masih menunjukkan aksi jual. Hanya pada Jumat (27/2) saja, net sell mereka tercatat Rp694,2 miliar. Dan kalau ditarik sejak awal tahun 2026, akumulasi jual bersih asing sudah menembus angka yang cukup fantastis: Rp9,51 triliun. Tekanan jual yang konsisten ini tentu memberi pengaruh pada pelemahan indeks.

Di tengah dinamika saham yang bergejolak, pasar obligasi dan sukuk justru punya cerita sendiri. BEI mencatat, sepanjang 2026 sudah ada 30 emisi dari 21 emiten dengan total nilai Rp28,71 triliun yang tercatat. Secara keseluruhan, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang terdaftar di BEI sudah mencapai 677 emisi. Nilai outstanding-nya sangat besar, Rp560,01 triliun plus US$134,01 juta, yang diterbitkan oleh 133 emiten.

Tak cuma korporasi, instrumen pemerintah juga mendominasi. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat ada 186 seri dengan nominal menggiurkan: Rp6.683,44 triliun dan US$352,10 juta. Sementara itu, pasar Efek Beragun Aset (EBA) terlihat masih cukup kecil, hanya 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.

Perlu diingat, informasi ini semata untuk pengetahuan. Keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan Anda. Kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul merupakan tanggung jawab masing-masing investor.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar