“Ketiga, respons penanganan KLB harus dilakukan dengan baik dan cepat,” tuturnya.
“Keempat, berantas informasi salah seputar vaksinasi. Dan kelima, upaya eliminasi campak ini punya peran vital bagi kesehatan nasional dan regional kita,” papar Yahya menutup penjelasannya.
Di sisi lain, sorotan pada kasus campak ini kian panas setelah temuan dua warga Australia yang positif. Keduanya diketahui baru saja bepergian dari Indonesia. Laporan itu masuk ke Kemenkes melalui mekanisme International Health Regulation (IHR).
Merespons hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya kenaikan.
“Campak itu naik di seluruh dunia sekarang. Di Indonesia juga ada kenaikan,” kata Menkes di Jakarta Barat, Kamis (26/2).
Jika melihat sebarannya, lima provinsi ini mencatatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terbanyak sepanjang 2026: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DIY, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Situasi di lapangan memang membutuhkan perhatian ekstra, dan waktu untuk bertindak semakin sempit.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Medan, 10 Ramadan 1447 H / 28 Februari 2026
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan