GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:15 WIB
GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor

Ini tentu angin segar. Akses pasar AS yang legendaris ketat itu kini terbuka lebih lebar, memberi napas baru bagi daya saing produk lokal di kancah internasional.

Perjanjian yang disebut Agreements on Reciprocal Trade (ART) itu diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Ini bukan sekadar dokumen, melainkan penanda penguatan kemitraan ekonomi kedua negara yang sudah lama terjalin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan rinciannya. Dalam paket kesepakatan bertajuk "Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance" itu, total ada 1.819 pos tarif produk Indonesia meliputi pertanian dan industri yang dibebaskan bea masuknya.

Lalu, komoditas apa saja yang dapat fasilitas nol persen ini? Daftarnya panjang. Mulai dari buah-buahan tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya. Kopi dengan enam pos tarifnya ikut serta, begitu pula teh hijau dan teh hitam. Rempah-rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, hingga kayu manis dan jahe juga masuk.

Tak ketinggalan, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit. Produk olahan buah, tepung singkong, sampai pupuk mineral berbasis kalium turut menikmati kemudahan ini. Sebuah terobosan yang diharapkan bisa memacu ekspor lebih kencang lagi.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar