"Tak lama kemudian, pasukan bersama Angkatan Udara Israel menyerang dan melenyapkan beberapa orang untuk menghilangkan ancaman."
Intinya, mereka menyatakan serangan itu tepat sasaran dan ditujukan untuk membalas pelanggaran Hamas.
Bicara soal korban, angka yang beredar sungguh memilukan. Kementerian Kesehatan Gaza yang juga dikelola Hamas menyebut setidaknya 618 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai. Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima tentaranya gugur dalam periode yang sama.
Namun begitu, mendapatkan gambaran yang benar-benar akurat dari lapangan sangatlah sulit. Pembatasan media dan akses yang sangat terbatas ke Gaza membuat verifikasi independen hampir mustahil dilakukan. Liputan bebas tentang pertempuran pun nyaris tak ada.
Sebagai catatan, berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang mulai berlaku 10 Oktober lalu, pasukan Israel seharusnya mundur ke posisi di belakang "Garis Kuning". Meski mundur, kendali mereka atas lebih dari separuh wilayah itu ternyata masih tetap berlangsung.
Artikel Terkait
Menkominfo Tegaskan Perjanjian Data dengan AS Tidak Serahkan Data Warga
Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus Campak, DPR Desak Kemenkes Siaga Penuh
Menteri Ghana Ungkap 55 Warga Negara Tewas di Ukraina Akibat Rekrutmen Ilegal Rusia
GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor