Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menegaskan bahwa penyidikan kasus ini diambil alih oleh Polresta. Alasannya, kasus ini cukup menyita perhatian masyarakat.
Motifnya, menurut pengakuan tersangka, memang bermula dari persoalan asmara. Namun yang lebih mengkhawatirkan, serangan ini ternyata direncanakan. Bukan sekadar emosi sesaat.
“Untuk perencanaan dibuktikan dengan senjata tajam yang sudah dia bawa dari rumah, jadi masuk unsur perencanaan,” imbuh Muharman. Rupanya R sudah menyiapkan senjata tajam dari rumah sebelum mendatangi kampus.
Kini, tim penyidik Satreskrim sedang mengebut pemberkasan. Pemeriksaan terhadap korban sendiri masih harus menunggu, karena F perlu waktu untuk pulih sepenuhnya.
Kejadian ini sendiri mengguncang kampus. Pagi itu, di lantai 2 Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum UIN Suska, F sedang menunggu jadwal sidang skripsinya. Tiba-tiba saja, datanglah R yang juga seorang mahasiswa lalu menyabetkan bacokannya. Suasana yang seharusnya penuh harap berubah jadi chaos dalam sekejap.
Artikel Terkait
Mesin Motor Cepat Panas? Kenali 6 Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya
Ibu Korban Kekerasan Anak di Sukabumi Ajukan Perlindungan LPSK Usai Terima Ancaman
Wakil Ketua MPR Serukan Kampus Jadi Garda Terdepan Atasi Krisis Iklim
Sopir Truk Kontainer Unjuk Rasa di Cakung, Protes Antrean Bongkar Muat Berjam-jam