Dari Luka ke Buku Viral, Aurelie Moeremans Bergerak untuk Hentikan Child Grooming

- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:15 WIB
Dari Luka ke Buku Viral, Aurelie Moeremans Bergerak untuk Hentikan Child Grooming

Daripada terpuruk dalam luka lama, Aurelie Moeremans justru bangkit. Ia mengubah kepedihannya menjadi sesuatu yang luar biasa: sebuah novel viral berjudul Broken Strings. Karya itu belakangan meledak, menciptakan fenomena baru di jagat literasi digital.

Namun begitu, tujuannya bukan untuk menjatuhkan sosok masa lalu yang kerap dikaitkan netizen dengan aktor Roby Tremonti. Bagi Aurelie, ada misi yang jauh lebih mulia. Ia ingin menyelamatkan anak-anak muda dari jerat child grooming bahaya yang pernah merenggut masa remajanya sendiri.

Perempuan 32 tahun itu menegaskan, fokusnya bukan menghancurkan nama baik siapa pun. Meski sempat mendapat intimidasi, baginya kemenangan sejati terletak pada hal lain: ketika tidak ada lagi korban yang mengalami nasib serupa.

"Dulu memang aku nggak mendapatkan keadilan yang seharusnya jadi hak aku, tapi kalau misalnya buku ini bisa membantu kalian mendapatkannya (keadilan), aku menang," ujar Aurelie.

Ia menyampaikan itu dalam video di channel YouTube pribadinya, Minggu (25/1/2025).

"Hari ini sudah lebih dari 23 juta klik di link buku aku... Link bio aku tuh suka error saking banyaknya orang pengen akses di waktu yang sama," sambungnya, menggambarkan betapa dahsyat respons pembaca.

Sementara banyak selebriti ramai-ramai bercerita aib di podcast demi viralitas, Aurelie memilih jalan berbeda. Ia menolak banyak tawaran wawancara eksklusif. Alasannya sederhana: tidak ingin dikasihani.

"Aku tuh nggak mau dikenal sebagai orang yang masa lalunya suram banget. Aku nggak suka banget dikasihanin," tegasnya.

Kisah pilu bersama Roby Tremonti pada 2010 silam saat ia mengaku dipaksa menikah tanpa sepengetahuan orang tua dan mengalami tekanan psikologis kini jadi bahan bakar perubahan. Isu child grooming yang diangkatnya bahkan sampai dibahas di Gedung DPR RI oleh Rieke Diah Pitaloka.

Aurelie berharap viralnya buku ini bisa mendorong lahirnya regulasi yang lebih kuat, khususnya untuk melindungi korban perempuan dan anak.

"Aku sih berharap dengan viralnya buku ini ada regulasi yang lebih melindungi korban. Jangan kayak aku, dulu mau cari perlindungan malah ditakutin," ucap bintang film Story of Kale itu.

Puncak kemenangan mentalnya mungkin terlihat dari ketenangannya menghadapi serangan balik. Setelah buku ini rilis, Aurelie mengaku ada pihak yang mencoba menyewa buzzer untuk menjatuhkannya.

Tapi ia santai saja.

"Aku sih santai banget, mau bayar berapa buzzer pun nggak ngaruh. Soalnya orang Indonesia tuh udah lebih mengerti," tandas Aurelie dengan nada pasti.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar