Jakarta, Kamis (27/2/2026) – Optimisme terasa di kantor pusat Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) hari ini. Menyongsong 2026, perusahaan punya rencana besar. Mereka tak cuma mau bertahan, tapi mendorong bisnis yang benar-benar berkelanjutan. Caranya? Dengan memaksimalkan peluang pasar yang ada dan, yang paling krusial, mengeratkan lagi strategi yang berpusat pada pelanggan.
Lanskap ekonominya sendiri cukup mendukung. Proyeksi pertumbuhan Indonesia di angka sekitar 5 persen jauh lebih menggairahkan dibanding angka global yang cuma 3,1 persen memberi angin segar. Belum lagi, suku bunga acuan yang turun disebut-sebut bakal mempermudah akses pembiayaan. Ini kabar bagus buat para pelaku usaha, termasuk tentunya konsumen Isuzu.
Di sisi lain, tantangan pasti ada. Makanya, menurut President Director IAMI, Masayasu Hideshima, tahun depan justru akan jadi fase untuk memperkokoh fondasi.
"Tahun 2026 akan menjadi fase penguatan fundamental perusahaan di Indonesia," tegas Hideshima dalam jumpa pers di Jakarta Pusat.
Fokusnya diarahkan ke hal-hal mendasar: meningkatkan produktivitas manufaktur, mendorong penggunaan komponen lokal lebih banyak lagi, dan memodernisasi fasilitas pabrik. Semua itu bertujuan satu hal: meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang makin ketat.
Namun begitu, teknis saja tidak cukup. Strategi "Customer Centric Value" tetap dipegang teguh. Artinya, memahami kebutuhan dan membangun relasi dengan pelanggan jadi prioritas. Mereka berencana meningkatkan operasional dan layanan di tingkat dealer, termasuk menyediakan program-program yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konsumen.
Strategi lain yang dikedepankan adalah "Solution Driven Success Value". Ini lebih teknis, menitikberatkan pada uptime kendaraan alias waktu operasional yang maksimal. Implementasi teknologi telematics Isuzu Link akan terus digenjot untuk mendukung layanan yang lebih responsif dan optimal.
"Melalui serangkaian strategi yang sudah ditetapkan tahun ini, PT IAMI menargetkan kendaraan Isuzu bisa berkontribusi lebih besar terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2026," papar Hideshima lagi.
Artikel Terkait
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa, Boleh Diwakilkan
Sekretaris Kabinet Bantah Program Makan Bergizi Gratis Kurangi Anggaran Pendidikan
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu
Polda Sumsel dan OJK Sumsel Gelar Gerakan Bersama Berantas Kejahatan Fintech