Ia menambahkan, "Optimisme ini juga diiringi dengan semangat Isuzu menjadi 'Real Partner, Real Journey' bagi pelanggan dalam setiap perjalanan bisnisnya."
Kinerja 2025: Fondasi yang Cukup Kuat
Optimisme untuk 2026 tentu bukan tanpa dasar. Lihat saja kinerja mereka di tahun 2025. IAMI berhasil mengamankan pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29%. Angka itu ditopang kontribusi dari model-model andalan. Traga, misalnya, menyumbang hampir setengah dari total penjualan (47,5%). Disusul oleh ELF dengan 23,7%, dan GIGA di 18,2%.
Pertumbuhan bisnis juga terlihat dari angka Isuzu Unit in Operation (UIO) yang terus naik tiap tahun. Populasi kendaraan yang bertambah otomatis mendorong kebutuhan akan layanan purna jual yang lebih luas dan berkualitas. Dan IAMI tampaknya menyadari betul hal ini.
Jaringan layanan mereka terus diperluas. Armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) bertambah dari 156 menjadi 162 unit. Bengkel Mitra Isuzu (BMI) yang terstandarisasi juga naik, dari 165 ke 175 unit. Tak ketinggalan, jaringan part shop meroket jadi 2.097 titik pada 2025 sebelumnya 'cuma' 1.930 titik di tahun 2024.
Dukungan empat unit Part Depo tetap jadi tulang punggung. Layanan khusus seperti Mechanic & Part on Site juga dipertahankan untuk area operasional yang ekstrem, seperti pertambangan dan perkebunan. Hasilnya nyata: pendapatan suku cadang tumbuh 4,6% dibanding tahun sebelumnya, melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung lima tahun berturut-turut.
Semua capaian ini, rupanya, sedang disusun rapi sebagai batu pijakan untuk lompatan yang lebih jauh di tahun depan. Perjalanan panjang Isuzu di Indonesia memang belum berakhir; justru memasuki babak baru yang lebih menantang.
Artikel Terkait
Prabowo dan Putin Bahas Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia di Kremlin
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman Pingsan di Acara Purnabaktinya
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas