Awalnya dia coba abaikan. Pikirnya, mungkin itu cuma tas atau barang bawaan penumpang lain yang tak sengaja bersentuhan. Tapi kemudian, salah satu pria di dekatnya menyapanya. Santai saja. Pertanyaannya justru membuat darahnya mendidih: apakah dia marah ketika alat kelaminnya digesek-gesekkan selama perjalanan tadi?
Yang menyedihkan, tak ada satu pun penumpang lain yang bergerak menolong. Mereka hanya memandang. Hingga akhirnya, dengan perasaan campur aduk, dia turun di Cilebut dan melaporkan kejadian itu.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi insiden ini terjadi pada 22 Januari lalu. Pihaknya, katanya, sudah bergerak cepat.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut. KAI Commuter tentunya selalu siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban dalam melanjutkan proses hukumnya kepada pihak berwajib," ucap Karina.
Kini, semua mata tertuju pada hasil penelusuran. Apakah wajah pelaku akan terkuak dari rekaman CCTV? Banyak penumpang yang menunggu jawabannya.
Artikel Terkait
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku