Suasana di Belawan, Medan, Senin lalu, berubah mencekam. Di tengah kericuhan tawuran, sebuah keluarga kecil yang sedang dalam perjalanan mendadak berhadapan dengan teror. Asmi Anggraini, baru empat tahun usianya, tiba-tiba menjerit kesakitan. Ibunya, Romanda Siregar (31), panik melihat darah mengalir dari kelopak mata sang buah hati. Rupanya, peluru nyasar telah mengenai si bocah.
Mereka saat itu sedang naik becak, hendak menjemput sang ayah di Pajak Baru. Lalu lintas macet total akibat kerusuhan. Dalam kepungan kemacetan dan keributan itulah, nasib nahas menimpa Asmi.
Romanda langsung memeluk erat anaknya yang sudah berlumuran darah. Naluri seorang ibu mendorongnya untuk segera mencari pertolongan. Tujuan pertama adalah Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan. Sayangnya, jalan menuju sana terhalang tawuran masih berkecamuk dan jalanan tak bisa dilewati.
Dengan hati seribu cemaskan, Romanda akhirnya membawa Asmi ke Rumah Sakit dr. Pringadi Medan. Di sana, gadis kecil itu mendapat pertolongan medis pertama. Tapi, jalan masih panjang. Romanda mengaku kalang-kabut membiayai pengobatan. Mereka tak memiliki BPJS, sehingga beban biaya terasa sangat berat.
“Terhadap pemerintah, tolong dibantu. Bagaimana caranya supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya,” pinta Romanda, suaranya penuh kepiluan.
“Setiap dia nangis air mata keluar darah. Tolonglah anak saya,” tambahnya, menggambarkan penderitaan yang terus dialami Asmi.
Sementara keluarga berjuang, penyelidikan kepolisian masih berlangsung. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Banyak hal yang belum jelas.
Mereka bahkan belum bisa memastikan jenis senjata apa yang digunakan, atau dari mana tepatnya peluru itu berasal.
“Lagi sedang dilidik ya. Apakah dia kena senapan atau tidak, karena belum ada hasil pastinya,” kata Wahyudi, Selasa (6/1).
Soal penyebabnya pun masih abu-abu. “Kita belum tahu, apakah penyebabnya karena tawuran atau bagaimana. (Sedang) penyelidikan,” ujarnya lagi. Investigasi terus digenjot untuk mengungkap titik terang dalam insiden mengenaskan ini.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday