Seorang mahasiswi UIN Suska Riau, F (23), harus berhadapan dengan sidang skripsinya dalam kondisi yang tak terbayangkan. Bukannya mempersiapkan presentasi, dia malah menjadi korban bacokan di kampusnya sendiri. Pelakunya ternyata sesama mahasiswa, seorang pria berinisial R yang kini berstatus tersangka.
R, yang masih 21 tahun, sudah resmi ditahan di Mapolresta Pekanbaru. Kasus yang menyita perhatian publik ini langsung diambil alih penyidikannya oleh Polresta setempat.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengonfirmasi penahanan tersebut.
"Untuk tersangkanya juga sudah dilimpahkan, ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru," ujarnya pada Jumat lalu.
Lantas, apa yang mendorong seorang mahasiswa melakukan tindakan nekat seperti itu? Menurut pengakuan tersangka, motifnya berakar dari persoalan asmara. "Motifnya sementara masih motif asmara," imbuh Muharman.
Namun begitu, ini bukanlah tindakan spontan yang dilakukan dalam emosi sesaat. Polisi menemukan indikasi perencanaan. R disebut sudah membawa senjata tajam dari rumahnya sebelum tiba di kampus. Fakta itu, kata Kapolresta, cukup untuk membuktikan unsur kesengajaan.
"Jadi masuk unsur perencanaan," tegasnya.
Saat ini, proses pemberkasan oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru sedang dikebut. Pemeriksaan terhadap korban sendiri masih harus menunggu. Kondisi F belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lengkap. Polisi berharap dia segera pulih.
Kejadian mengerikan itu berlangsung di Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum, tepatnya di lantai dua. Pagi itu, Kamis (26/2), suasana yang seharusnya penuh ketegangan akademik berubah jadi chaos. F yang sedang menunggu sidang skripsinya tiba-tiba diserang oleh R, rekan kampusnya sendiri, dengan senjata tajam.
Artikel Terkait
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang dalam Pencarian
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
Wakil Ketua MPR Desak Pengakuan Hak Perempuan Adat untuk Hadapi Krisis Iklim dan Pangan