BENER MERIAH - Akses yang terputus, aktivitas ekonomi yang nyaris mati. Itulah situasi yang dihadapi warga Kampung Setie, Timang Gajah, setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah mereka pada November lalu. Jembatan penghubung antar dusun, urat nadi kehidupan mereka, hancur tak bersisa.
Namun, kondisi itu mulai berubah. Upaya pemulihan akhirnya tampak nyata. Polres Bener Meriah bersama Brimob Polda Aceh turun tangan membangun sebuah jembatan darurat. Bukan sekadar struktur kayu, ini adalah solusi mendesak untuk mengembalikan denyut kehidupan kampung tersebut.
Jembatan itu punya peran yang sangat krusial. Ia menjadi satu-satunya jalur untuk mengangkut hasil bumi warga durian, langsat, dan pinang ke pasar. Tanpa akses itu, semua terhenti. Roda perekonomian macet total.
Pengerjaannya dipimpin langsung oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto. Menurutnya, langkah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri. Kehadiran mereka, tegasnya, tak cuma soal keamanan.
"Kami juga hadir untuk membantu di saat darurat," ujarnya.
Artikel Terkait
Emak-emak Warung Depok Gagalkan Pencurian Saat Tertidur, Pelaku Diringkus Warga
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Mewah Kebayoran
Tiga Hari Genangan, Warga Rawa Buaya Berjuang Usir Banjir
Dewan Perdamaian Gaza Trump Dinilai Abaikan Suara Palestina