Jembatan Darurat Polisi Pulihkan Denyut Ekonomi Kampung Setie

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:35 WIB
Jembatan Darurat Polisi Pulihkan Denyut Ekonomi Kampung Setie

BENER MERIAH - Akses yang terputus, aktivitas ekonomi yang nyaris mati. Itulah situasi yang dihadapi warga Kampung Setie, Timang Gajah, setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah mereka pada November lalu. Jembatan penghubung antar dusun, urat nadi kehidupan mereka, hancur tak bersisa.

Namun, kondisi itu mulai berubah. Upaya pemulihan akhirnya tampak nyata. Polres Bener Meriah bersama Brimob Polda Aceh turun tangan membangun sebuah jembatan darurat. Bukan sekadar struktur kayu, ini adalah solusi mendesak untuk mengembalikan denyut kehidupan kampung tersebut.

Jembatan itu punya peran yang sangat krusial. Ia menjadi satu-satunya jalur untuk mengangkut hasil bumi warga durian, langsat, dan pinang ke pasar. Tanpa akses itu, semua terhenti. Roda perekonomian macet total.

Pengerjaannya dipimpin langsung oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto. Menurutnya, langkah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri. Kehadiran mereka, tegasnya, tak cuma soal keamanan.

"Kami juga hadir untuk membantu di saat darurat," ujarnya.

Selain membangun jembatan, pihaknya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Isinya sembako, selimut, dan pakaian layak pakai. Bantuan dasar itu diharapkan bisa sedikit meringankan beban warga yang masih berjuang pascabencana.

"Semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat. Jembatan ini diharapkan mampu kembali memulihkan roda perekonomian warga Kampung Setie," tambah Kapolres pada Jumat (23/1/2026).

Di sisi lain, apresiasi datang dari pemimpin setempat. Reje Kampung Setie, Husaini, tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. Ia menyaksikan langsung personel kepolisian bekerja keras selama berhari-hari di kampungnya.

"Personel Polri sudah berhari-hari bekerja di sini. Membersihkan jalan, membangun jembatan, juga menyalurkan sembako. Ini sangat membantu kami," kata Husaini.

Kini, dengan jembatan darurat yang telah berdiri, harapan pun menguat. Akses transportasi perlahan pulih. Warga dan pemerintah setempat berharap, aktivitas pertanian dan ekonomi bisa bangkit kembali. Langkah demi langkah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar