Lokasi-lokasi yang dipilih punya alasan kuat. "Tempat-tempatnya adalah rumah inspirasi dan pesantren yang memang di bawah garis kemiskinan, juga para nelayan," jelas Anita.
"Jadi ini semua yang kita kunjungi adalah mereka yang prasejahtera dan di daerah marjinal."
Harapannya jelas: gerakan ini bisa memberikan bantuan nyata. Bukan cuma sekadar bantuan sembako, tapi bagian dari misi besar.
"Ini adalah visi daripada misi dari CT Arsa Foundation," lanjut Anita, "memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan yang berkualitas dan juga kesehatan yang optimal."
Dan semua itu bermuara pada satu cita-cita. "Visi kita ini adalah untuk kebangkitan kaum duafa."
Artikel Terkait
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku