Lokasi-lokasi yang dipilih punya alasan kuat. "Tempat-tempatnya adalah rumah inspirasi dan pesantren yang memang di bawah garis kemiskinan, juga para nelayan," jelas Anita.
"Jadi ini semua yang kita kunjungi adalah mereka yang prasejahtera dan di daerah marjinal."
Harapannya jelas: gerakan ini bisa memberikan bantuan nyata. Bukan cuma sekadar bantuan sembako, tapi bagian dari misi besar.
"Ini adalah visi daripada misi dari CT Arsa Foundation," lanjut Anita, "memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan yang berkualitas dan juga kesehatan yang optimal."
Dan semua itu bermuara pada satu cita-cita. "Visi kita ini adalah untuk kebangkitan kaum duafa."
Artikel Terkait
Jokowi Tegaskan Hak Sama Setiap Warga Negara Menanggapi Gugatan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres
Pakistan Lancarkan Serangan Udara, Taliban Balas dengan Serangan Balasan ke Wilayah Perbatasan
Isuzu Astra Motor Targetkan Perkuat Pasar Kendaraan Niaga pada 2026
Pekerja Tewas Tertabrak Forklift di Titik Buta Depo Marunda