Daniel Marthin Dikunci PBSI, Trauma Cedera Jadi Penghalang Utama

- Jumat, 30 Januari 2026 | 15:40 WIB
Daniel Marthin Dikunci PBSI, Trauma Cedera Jadi Penghalang Utama

JAKARTA – Kabar terbaru soal kondisi Daniel Marthin akhirnya diungkap PBSI. Cedera lutut yang dialami pebulutangkis ganda putra itu saat Sudirman Cup 2025 lalu memang sempat bikin was-was. Tapi, perkembangan pemulihannya ternyata cukup menggembirakan. PBSI sendiri sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk tandem baru, sambil menunggu Daniel benar-benar siap berlaga.

Eng Hian, selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, yang memberikan penjelasan. Daniel, yang berusia 24 tahun, memang harus menjalani operasi dan absen cukup lama. Proses pemulihan dilakukan bertahap, tak mau terburu-buru.

“Daniel (Marthin) kondisinya sudah baik. Cuma saya masih belum bisa me-release Daniel ke pertandingan karena masih ada beberapa gerakan itu yang dia masih tertahan,”

kata Eng Hian di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Nah, di sinilah poin menariknya. Secara medis, Daniel sebenarnya sudah dinyatakan sembuh oleh tim kesehatan. Luka fisiknya sudah pulih. Namun begitu, ada hal lain yang justru jadi pertimbangan utama: trauma.

“Secara overall kelihatan dari latihan juga sakitnya dari tim medis pun sudah menyatakan sudah sembuh. Cuma kan pasti ada trauma ini. Trauma ini yang saya enggak mau kebawa di jangka panjangnya,”

ujar Eng Hian lagi.

Menurutnya, masih terlihat beberapa gerakan spesifik yang dilakukan Daniel dengan sedikit menahan diri. Kalau dipaksakan tampil sekarang, dikhawatirkan justru akan memperpanjang trauma itu. Mereka lebih memilih menghilangkan rasa ragu itu di sesi latihan dulu, sampai gerakannya benar-benar normal di mata pelatih.

Sementara Daniel fokus pada pemulihan total, PBSI tak tinggal diam. Pasangan tetap Daniel, Muhammad Shohibul Fikri, sempat dipasangkan dengan Fajar Alfian saat Rian Ardianto berhalangan. Hasilnya? Luar biasa. Duet ini malah menjuarai China Open 2025 dan melaju sampai ke BWF World Tour Finals. Performa cemerlang itu membuat federasi mematenkan pasangan Fajar/Fikri.

Lantas, bagaimana dengan Daniel?

Eng Hian mengkonfirmasi bahwa mereka sudah menyiapkan beberapa skenario. “Sudah, sudah (ada tandemnya). Kami sudah siapkan A, B, C, D,”

pungkasnya singkat.

Langkah ini jelas menunjukkan kesigapan PBSI. Di satu sisi, mereka ingin menjaga stabilitas dan performa sektor ganda putra. Di sisi lain, yang tak kalah penting, adalah memastikan Daniel Marthin kembali ke lapangan bukan cuma fisiknya yang fit, tapi juga mentalnya sudah siap tempur sepenuhnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler