Di sisi lain, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan soal pendekatan yang dipilih. Problem solving ini, katanya, mempertimbangkan aspek kemanusiaan, usia pelaku yang masih remaja, dan dampak sosialnya. Meski begitu, tanggung jawab hukum tidak diabaikan begitu saja.
Jauhari juga punya imbauan keras. "Kami minta masyarakat, terutama para remaja, jangan cari sensasi dengan cara membahayakan orang lain," tegasnya.
Media sosial, lanjutnya, bukan tempat untuk pamer aksi konyol yang melanggar hukum.
Rekaman yang Menghebohkan
Awal mula viralnya berawal dari beberapa klip video. Dalam satu rekaman, terlihat beberapa pemuda memegang sejumlah petasan, seperti sedang bersiap untuk sesuatu. Adegan lain menunjukkan mereka sudah berada di atas motor, berkeliling.
Lalu, aksi itu terjadi. Saat sebuah angkot lewat, sebuah petasan meluncur dari tangan salah satu pemuda dan masuk tepat ke dalam kabin sopir. Sang sopir terkejut, spontan bereaksi. Suara ledakan pasti memekakkan telinga di dalam ruang sempit itu.
Untungnya, sang pengemudi tidak sampai mengalami luka serius. Tapi bayangkan saja, jika petasan itu meledak di dekat wajah atau mengalihkan konsentrasi berkendara? Bisa berakibat jauh lebih fatal.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Klaim Menkes Soal Layanan Peserta BPJS Nonaktif
MAKI Tagih Janji KPK: Penahanan Dua Anggota DPR Terkait Korupsi Dana CSR BI-OJK Harus Segera Direalisasikan
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Proyek Ijon
BPJS Kesehatan Gulirkan Delapan Program Quick Wins untuk Respons Cepat Keluhan Peserta