Kinerja ini tentu bukan datang tiba-tiba. Menurut perusahaan, semua berkat eksekusi disiplin terhadap strategi keberlanjutan yang telah dirancang. Strategi itu intinya berkisar pada tiga hal: memperkuat hubungan dengan pelanggan, memperluas jaringan distribusi, dan tentu saja, meningkatkan efisiensi proses internal.
Hasilnya terlihat nyata. Meski pasar masih fluktuatif, jumlah pelanggan aktif yang bertransaksi justru melonjak signifikan. Hingga penutupan tahun 2025, lebih dari 60.000 mitra tercatat aktif. Ini sekaligus jadi bukti bahwa strategi penetrasi pasar mereka bekerja, dan yang lebih penting, loyalitas pelanggan terbangun.
Dari sisi logistik dan distribusi, Avian Brands juga tak main-main. Sepanjang tahun lalu, mereka menambahkan lima pusat distribusi milik sendiri. Dengan tambahan ini, totalnya kini mencapai 129 titik. Jaringan itu masih diperkuat oleh 15 pusat distribusi mini dan 38 pusat distribusi yang dikelola pihak ketiga. Cukup solid.
Di sisi lain, inovasi produk dengan prinsip keberlanjutan tetap menjadi komitmen. Kombinasi antara kekuatan distribusi yang makin luas, inovasi yang relevan, dan eksekusi strategi yang disiplin, rupanya berbuah manis. Pangsa pasar mereka terus terdongkrak naik.
Ke depan, optimisme masih tinggi. Perusahaan yakin, fokus yang berkelanjutan pada penguatan relasi pelanggan, efisiensi operasional, dan praktik bisnis berkelanjutan akan semakin mengokohkan posisi Avian Brands di industri ini. Tantangan pasti ada, tapi langkah mereka sejauh ini terlihat cukup mantap.
Artikel Terkait
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah
Jadwal Imsak dan Waktu Salat untuk Jayapura Hari Ini, 27 Februari 2026
Donny Warmerdam Akhirnya Kembali Bermain Setelah Cedera 6 Bulan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya