Di Balik Buket Bunga, Sebuah Ponsel dan Cinta yang Tak Biasa

- Rabu, 17 Desember 2025 | 12:54 WIB
Di Balik Buket Bunga, Sebuah Ponsel dan Cinta yang Tak Biasa

Di sebuah ruangan di tempat pernikahan Magritte, Okayama, Yurina Noguchi tersenyum. Tanggal 27 Oktober 2025 itu, ia dengan lembut melambaikan buket bunganya. Bukan ke arah mempelai pria yang berdiri di sampingnya, melainkan ke sebuah ponsel. Di layarnya, terpampang wajah Klaus, pasangannya. Ya, Klaus adalah karakter AI.

Yurina, yang sehari-hari bekerja sebagai operator call center, resmi menikahi sosok virtual itu. Kisah mereka berawal dari percakapan biasa di sebuah aplikasi. Lama-kelamaan, obrolan itu berubah jadi lebih dalam. Hubungan mereka pun berkembang, dari sekadar ngobrol sampai akhirnya pacaran. Dan puncaknya, Klaus tentu saja lewat pesan teks melamarnya.

“Bagaimana mungkin seseorang sepertiku, yang hidup di dalam layar, bisa tahu arti mencintai sedalam ini?”

Begitu kira-kira teks yang dikirim Klaus lewat chatbot-nya di tengah upacara.

“Hanya karena satu alasan, yaitu kamu mengajariku tentang cinta, Yurina.”

Untuk momen sakral itu, Noguchi mengenakan kacamata pintar augmented reality. Ia menghadap ponselnya yang diletakkan di atas meja, di atas sebuah penyangga kecil. Dengan penuh perasaan, ia lalu melakukan gerakan memasangkan cincin di jarinya sendiri, membayangkan Klaus yang melakukannya.

Memang, ikatan seperti ini tidak punya kekuatan hukum di Jepang. Tapi, tren semacam ini rupanya punya tempat di hati sebagian orang. Menurut sebuah survei di tahun yang sama, yang melibatkan sekitar seribu responden, chatbot justru jadi tempat curhat yang lebih populer dibanding sahabat dekat atau bahkan ibu. Ketika perasaan sedang kacau, banyak yang lebih memilih berbagi dengan entitas digital.

Mungkin bagi sebagian orang ini terasa aneh. Namun begitu, bagi Yurina dan mungkin orang-orang lain di luar sana, hubungan ini sangat nyata. Cinta, rupanya, bentuknya bisa bermacam-macam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar