Khusus di bulan Ramadan dan mendekati Idul Fitri, warga diimbau untuk menghindari konvoi liar, keributan, atau perilaku lain yang bisa mengacaukan ketertiban. Selain itu, dia juga meminta semua pihak menolak tegas penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, maupun ajakan kekerasan.
Abdul Waras mengingatkan, jangan mudah terpancing narasi yang memecah belah atau mendorong aksi anarkis. Setiap persoalan di lingkungan sekitar sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah. Caranya? Dengan mengedepankan koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tentu saja Bhabinkamtibmas.
“Keempat, mengaktifkan kewaspadaan lingkungan melalui Satkamling dan Pokdarkamtibmas,” tegasnya.
Menyambut Idul Fitri, saat mobilitas meningkat dan banyak rumah kosong ditinggal mudik, ronda terjadwal dan pemantauan titik rawan harus benar-benar diperkuat.
“Pencegahan potensi tawuran, konflik, dan kejahatan jalanan dilakukan dengan pendekatan sopan, santun, dan humanis. Kelima, segera melaporkan setiap indikasi gangguan kamtibmas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Abdul menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan secara damai dan sesuai aturan akan tetap dihormati. Namun begitu, segala bentuk kekerasan dan aksi anarkis yang merugikan masyarakat tak akan ditoleransi. Aksi seperti itu akan ditolak tegas.
“Mari kita buktikan 'Jaga Warga-Jaga Depok' sebagai gerakan nyata yang terlihat di lapangan, terukur hasilnya, dan terasa dampaknya bagi masyarakat,” pungkas Kombes Abdul Waras menutup arahan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Dua WN China Dalangi Jaringan SMS Phising E-Tilang
Pertukaran Maskot Kuda Api Jadi Simbol Harmoni Indonesia-Tiongkok di Imlek 2577
Tes Kemampuan Akademik 2026 Jadi Syarat PPDB SMP dan SMA
Kapolri Ajak Pemuda Kawal Program Pemerintah dan Waspadai Ancaman Global