Minggu sore (28/12) itu, arus mudik Natal 2025 mulai menunjukkan puncaknya. Di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek, atau yang akrab disebut Japek, kemacetan panjang mulai merayap. Laporan menyebut titik-titik padat berpusat di beberapa ruas: dari KM 72 merambat ke KM 70, lalu di KM 69 hingga 65, dan tak ketinggalan di KM 64 sampai 62. Rupanya, ini adalah efek alami dari gelombang kendaraan yang bergegas pulang sebelum liburan usai.
Menurut keterangan Kompol Sandy Titah Nugraha, selaku Kepala Induk PJR Cikampek, kepadatan tak cuma terjadi di ruas utama. Titik kritis lain adalah pintu masuk rest area KM 62.
"Kepadatan terjadi dari daerah selatan Bandung hingga ke arah timur dari jarak jauh. Rest area 62 itu di pintu masuk rest area terdapat genangan air,"
ujar Sandy saat dikonfirmasi.
Nah, untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular itu, pihaknya pun mengambil langkah. Contraflow diberlakukan di ruas yang cukup panjang, mulai dari KM 65 hingga KM 47.
"Treatment-nya sudah dilakukan contraflow mulai dari KM 65 sampai KM 47,"
jelas Sandy. Upaya tak berhenti di situ.
Polisi juga melakukan pembatasan di gerbang tol. Jumlah gate yang menuju arah Cikampek sengaja dikurangi. Strategi ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan yang terlalu masif di satu titik.
"Dari arah selatan kami kurangi jumlah gerbangnya agar tidak semua kendaraan menumpuk di Cikampek,"
tandasnya. Langkah-langkah itu diharapkan bisa meredam kepadatan, meski arus kendaraan masih terasa sangat berat.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid
Istri Tersangka Korupsi Bupati Bekasi Diperiksa KPK
Batalyon Arhanud 21 Pasgat Jadi Perisai Terakhir Objek Vital TNI AU
Sidang Praperadilan Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS, Kuasa Hukum dan Polisi Adu Bukti