Fenomena 'Global Boiling' yang belakangan ramai dibicarakan itu, menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, harus jadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Ia menilai, sinkronisasi antara komitmen dunia, pusat, dan daerah dalam mengatasi krisis iklim adalah hal yang krusial. Tanpa itu, target nasional menuju Net Zero Emission atau nol emisi bersih bakal sulit tercapai.
"Tantangan kita itu sebetulnya apa yang ditulis di report ini, yaitu menyambungkan antara komitmen global, nasional, dan lokal. That is our major challenge. Global, nasional, dan lokal," ujar Bima dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/02/2026).
Namun begitu, jalan menuju sinkronisasi itu tak mulus. Bima mengungkap, dinamika politik di tingkat lokal sering jadi batu sandungan. Para kepala daerah kerap dihadapkan pada pilihan sulit: mengejar popularitas dan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, atau fokus pada target lingkungan yang sifatnya teknis dan hasilnya baru terlihat jauh di kemudian hari.
Hambatan riil di lapangan juga tak kalah pelik. Ambil contoh transisi menuju transportasi umum listrik. Prosesnya berjalan lambat, penuh tantangan teknis dan finansial. Di sisi lain, banyak wilayah masih menggantungkan napas ekonominya pada sektor industri konvensional yang emisinya tinggi. Mengubahnya bukan perkara sehari.
Lantas, apa peran pusat dalam hal ini? Bima menjelaskan, Kemendagri aktif memastikan instrumen perencanaan dan penganggaran daerah tetap akuntabel dan seirama dengan kebijakan nasional. Intinya, agar langkah daerah tak keluar dari rel komitmen yang sudah disepakati.
Artikel Terkait
Ketua DPRD DKI Usulkan Mobile Training Unit untuk Perluas Jangkauan Pelatihan Kerja
Pengemudi Tanpa SIM dan Nopol Palsu Tabrak Beruntun di Gunung Sahari, 2 Luka
Polisi Banten Bongkar Peredaran Narkoba Etomidate yang Disamarkan dalam Cartridge Vape
Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP