"Porsi kami itu lebih kepada memastikan bahwa perencanaan penganggaran di daerah itu senapas dengan global commitment dan national commitment. Jadi dari perencanaan itu, ada juklak, ada juknisnya," jelasnya.
"Kita keluarkan Permendagri misalnya Nomor 15 Tahun 2024 untuk menjadi dasar bagi kepala daerah untuk mendorong inisiatif-inisiatif investasi hijau," tambah Bima.
Ia pun menekankan, komitmen lewat APBD jangan cuma jadi formalitas di atas kertas. Perlu ada semangat 'co-creation' melibatkan semua pihak, termasuk anak muda, untuk bersama merumuskan strategi dan mengawasi penggunaan anggaran. Dengan begitu, anggaran untuk iklim benar-benar hidup dan berdampak.
Terakhir, Bima berharap inovasi hijau yang sudah dirintis beberapa daerah bisa menular. Ia yakin, dengan lebih banyak pemimpin lokal yang visioner dan berani, target Net Zero Emission 2060 bukan mustahil diraih. Semua berawal dari langkah konkret di tingkat tapak.
Artikel Terkait
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026
Inter Milan Tumbangkan Como 4-3 dalam Laga Dramatis, Puncak Klasemen Makin Kokoh