Menurut Jauhari, tindakan ini murni bentuk empati. Polri ingin menunjukkan bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada kepedulian yang besar, terutama pada anak-anak berprestasi di tengah kesulitan.
Harapannya sederhana: bantuan ini bisa jadi suntikan semangat. Agar Agista tetap rajin menggambar, dan yang paling penting, kembali bersekolah. "Anak-anak seperti ini adalah masa depan kita," tambahnya.
Suasana saat penyerahan bantuan pun haru. Keluarga Agista tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan terima kasihnya. Momen ini jadi pengingat bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja, bahkan dari institusi yang sering dilihat tegas seperti kepolisian.
Sebagai penutup, kegiatan baik ini diakhiri dengan buka puasa bersama, menguatkan nuansa kebersamaan dan perhatian yang tulus.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp16 Ribu per Gram, Sentimen Pasar Kembali Positif
Korlantas Tinjau Bakauheni-Merak, Siapkan Operasi Ketupat 2026
Jaecoo Resmikan Dealer 3S di Kebon Jeruk, Targetkan 80 Outlet pada 2026
Polisi Tangsel Amankan Tiga Tersangka dan 7 Kilogram Sabu dalam Peredaran Narkoba