Bagi Kevin Diks, atmosfer saat membela Timnas Indonesia di Jakarta itu benar-benar lain. Luar biasa. Antusiasme fans, baik di dalam stadion maupun di luar, selalu memukau bek kanan keturunan Indonesia-Belanda itu. Bahkan, ada satu kebiasaan unik yang harus dia lakukan: membawa koper tambahan. Khusus untuk menampung segudang hadiah dari para pendukung setia.
“Ketika di Jakarta, saat saya berada di hotel, saya selalu membawa koper lebih khusus untuk menyimpan hadiah yang diberikan oleh fans [Timnas Indonesia],” ujar Diks dalam sebuah wawancara dengan Bundesliga.
Dia melanjutkan dengan nada kagum, “[Perlakuan] Ini sangat berbeda dari negara mana pun. Saya selalu katakan kepada orang-orang jika kalian ingin merasakan betapa besarnya dunia ini, mereka harus datang ke Indonesia.”
Memang, fenomena itu bukan hal baru. Ingat saja laga-laga kandang Garuda di Kualifikasi Piala Dunia beberapa waktu lalu. GBK selalu penuh sesak, tribun-tribun tak pernah kosong. Tak cuma di stadion, para pemain kerap ‘dikepung’ di hotel tempat mereka menginap. Hanya untuk sekadar foto bersama atau menitipkan bingkisan. Suasana yang jarang ditemui di tempat lain.
Di sisi lain, gelombang dukungan ini punya efek domino yang nyata. Terutama di dunia maya. Sejak resmi menjadi WNI dan memperkuat Timnas, popularitas Diks di media sosial melonjak drastis. Jumlah pengikut Instagramnya bertambah sangat signifikan.
Menurut Diks, hal itu wajar saja. “Harus dimengerti di Indonesia, sebagian besar masyarakatnya seperti bernafas lewat sepak bola. Mereka sangat cinta sepak bola, dan cara termudah mereka terikat dengan kami [pemain] yaitu lewat dari media sosial. Karena kami tinggal jauh di Eropa, jadi cara satu-satunya adalah dengan hal itu,” jelasnya.
“Dan kami yang lakukan adalah tidak hanya memberikan mereka [fans] tentang kehidupan kami sebagai pesepak bola, tapi juga terkadang di luar sepak bola,” tambahnya, menyebut upayanya untuk tetap terhubung dengan para pendukung di tanah air.
Namun begitu, perjalanan Timnas ke depan masih menyisakan tanda tanya. Tim dijadwalkan berkumpul lagi Maret 2026, menyambut FIFA Series yang akan dihelat di Indonesia. Turnamen persahabatan antarnegara dari berbagai benua itu jadi ajang penting.
Sayangnya, satu hal krusial masih mengambang: siapa pelatihnya? PSSI hingga detik ini belum menunjuk pengganti Patrick Kluivert, yang dilepas setelah Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu jawaban yang jelas.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares