MTI: Sistem Persinyalan Jadi Akar Masalah Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

- Kamis, 30 April 2026 | 03:45 WIB
MTI: Sistem Persinyalan Jadi Akar Masalah Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Bekasi Handy Purnama, dari Komite Pembiayaan Perkeretaapian MTI, punya dugaan soal penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut dia, akar masalahnya ada di sistem persinyalan. Taksi listrik yang mogok? Itu cuma pemicu awal saja, bukan penyebab utama.

Handy menjelaskan begini: memang, taksi listrik yang mogok jadi pemicu tabrakan. Tapi sistem persinyalan lah yang seharusnya jadi garda terdepan buat ngatur pergerakan kereta. Kalau sinyalnya berfungsi normal, seharusnya kecelakaan bisa dicegah.

"Kecelakaan KRL dengan taksi itu hanya pemicu. Seandainya dia tidak ada kecelakaan, maka kereta itu akan berjalan sesuai dengan Gapeka-nya. Pada saat ada pemicu maka kereta itu tidak bisa lagi berjalan, seharusnya persinyalan itu akan mengamankan KRL," kata Handy dalam wawancara dengan Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu, 29 April 2026.

Di sisi lain, Handy juga nggak menutup kemungkinan ada faktor lain. Misalnya, soal kelalaian. Tapi menurut dia, semua itu baru bisa dipastikan setelah KNKT selesai melakukan investigasi. Hasilnya nanti yang bakal bicara.

"Dan yang berikutnya nanti akan dilihat juga regulasi atau SOP, apakah ada kekosongan regulasi, apakah ada tabrakan regulasi umpamanya. Yang berikutnya biasanya ke aspek manusia," ujar Handy.

Nah, soal KA Argo Bromo Anggrek yang terlibat, Handy bilang, meskipun masinis sempat lihat sinyal hijau dan punya kesempatan buat ngerem, tindakan itu tetap berisiko. Bayangin aja, kereta melaju kencang, tiba-tiba ada sesuatu di depan, terus direm mendadak. Bisa-bisa malah terguling.

"Misalnya anggap saja tiba-tiba ada sesuatu yang tidak diduga di depan, speed-nya tinggal dilihat kalau terlalu cepat kemudian dia mengerem, risiko kecelakaannya akan ada juga. Dia bisa terguling," ucapnya.

Jadi, intinya, kecelakaan ini kayak rantai kejadian yang saling sambung. Pemicunya satu, tapi sistem yang seharusnya jadi pengaman justru bermasalah. Dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab soal SOP, regulasi, sampai faktor manusia. Semuanya masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar