Ia punya kriteria lain. Seorang penyerang tengah sejati, dalam pandangannya, harus bisa menjadi titik referensi. Harus mampu menahan bola, membuka ruang, dan menjadi sandaran bagi rekan-rekannya. Karakteristik yang, menurut Capello, tak dimiliki Leao.
Di sisi lain, ada juga kekhawatiran soal perubahan peran Leao. Pergeserannya dari sayap menjadi penyerang dalam formasi dua striker dianggap justru bisa membelenggu potensi terbaiknya. Belum lagi soal kondisi fisiknya yang belum seratus persen.
Leao dan Allegri sendiri mengakui, masalah otot adductor yang berkembang menjadi pubalgia membuat performanya fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir. Ini tentu jadi faktor lain yang perlu dipertimbangkan.
Capello juga memberi peringatan. Ia khawatir Milan terlalu menguras energi hanya untuk mengejar rival sekotanya. Dalam perburuan gelar yang alot, stamina fisik dan mental di akhir musim seringkali jadi penentu. Itulah risiko yang harus diwaspadai.
Jadi, inti kritik Capello jelas. Milan butuh bek papan atas yang solid dan striker murni yang bisa jadi andalan. Tanpa itu, perjalanan mereka menuju puncak akan tetap terasa berat.
Artikel Terkait
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Peras Kepala Dinas untuk Beli Sepatu Mewah