Superintendent Simon Nasim mencoba menenangkan publik. "Tidak ada seorang pun yang terluka," katanya. "Dan tidak ada ancaman yang sempat dilontarkan."
Namun, alasan pria itu masuk ke masjid penuh jamaah justru terdengar mengada-ada.
"Dia bilang sedang mengerjakan pekerjaan di gedung itu," jelas Asisten Kepala Kepolisian John Webster. "Tapi staf masjid sama sekali tidak tahu soal pekerjaan itu. Mereka menangkap gelagat tidak beres, lalu menelepon kami."
Ceritanya memang tidak masuk akal. Bayangkan, membawa kapak dan pisau di malam hari, di tengah kerumunan orang yang sedang beribadah. Kini, pria itu mendekam di tahanan, sementara seluruh komunitas masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi di malam yang seharusnya penuh ketenangan itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Riau, Tekankan Peran Nyata di Masyarakat
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan