Superintendent Simon Nasim mencoba menenangkan publik. "Tidak ada seorang pun yang terluka," katanya. "Dan tidak ada ancaman yang sempat dilontarkan."
Namun, alasan pria itu masuk ke masjid penuh jamaah justru terdengar mengada-ada.
"Dia bilang sedang mengerjakan pekerjaan di gedung itu," jelas Asisten Kepala Kepolisian John Webster. "Tapi staf masjid sama sekali tidak tahu soal pekerjaan itu. Mereka menangkap gelagat tidak beres, lalu menelepon kami."
Ceritanya memang tidak masuk akal. Bayangkan, membawa kapak dan pisau di malam hari, di tengah kerumunan orang yang sedang beribadah. Kini, pria itu mendekam di tahanan, sementara seluruh komunitas masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi di malam yang seharusnya penuh ketenangan itu.
Artikel Terkait
Pemutakhiran Data Bansos 2026: 11.014 Keluarga Dicoret, 25.665 Ditambahkan
Kemensos Gandeng Perusahaan Jepang Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver
AS dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Jadi Kemitraan Utama
Prabowo dan Putin Sepakati Percepatan Kerja Sama Strategis di Moskow