Suasana hening salat tarawih di Masjid Manchester Central tiba-tiba berubah mencekam Selasa malam lalu. Seorang pria membawa kapak dan pisau berhasil menyusup masuk ke dalam ruang ibadah yang dipenuhi sekitar dua ribu jamaah. Untungnya, aksinya cepat diketahui. Para sukarelawan masjid segera menegur dan mencegah pria itu bergerak lebih jauh, sementara telepon segera diangkat untuk memanggil polisi.
Menurut laporan yang beredar, polisi tiba di lokasi di Upper Park Road, Rusholme, sekitar pukul 20.40 waktu setempat. Mereka merespons laporan tentang dua pria yang bertingkah mencurigakan. Aksi mereka cepat. Seorang pria berusia empat puluhan langsung diamankan. Dari penangkapan itu, polisi menyita senjata berbahaya dan juga menemukan narkoba Kelas B di tubuh tersangka. Sampai berita ini ditulis, upaya untuk melacak pria kedua masih terus dilakukan.
Meski begitu, situasinya belum sepenuhnya jelas. Pihak kepolisian, dalam pernyataannya, mengaku bekerja sama dengan detektif dari Unit Kontor Terorisme Wilayah Barat Laut. Namun, mereka enggan menyebut insiden berbahaya ini sebagai aksi terorisme. Sikap ini rupanya mengundang tanya dari pengurus masjid.
Masjid Manchester Central, melalui pernyataannya, menegaskan bahwa para jamaah dan sukarelawannya lah yang pertama kali bertindak. Mereka yang mencegah pria bersenjata itu sebelum polisi datang.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak Medan 26 Februari 2026 Pukul 05:12 WIB
Polri Tangkap Lima Tersangka Operator SMS Phishing E-Tilang Palsu yang Dikendalikan dari China
Pemerintah Siapkan Program LSDP untuk Tangani Sampah di 30 Kabupaten/Kota
Anggota DPR Soroti Kekurangan APD dan Armada Damkar Sidoarjo