Baginya, kesuksesan arus mudik Lebaran 2026 ini bergantung pada kerja sama semua pihak. "Ini memang kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder yang ada," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni sudah mengingatkan soal perbaikan infrastruktur jalan. Ia menargetkan semua perbaikan, baik yang menjadi kewenangan provinsi, pusat, maupun kabupaten/kota, harus tuntas sepuluh hari sebelum Lebaran.
Andra bahkan meminta Dinas PUPR Provinsi Banten untuk aktif berkoordinasi, meski pekerjaan itu bukan tanggung jawab langsung pemprov. "Saya minta ke Pak Arlan (Kadis PUPR Banten), walau itu bukan kewenangan kita, tetap diperhatikan supaya kita berkoordinasi dengan pihak terkait," kata Andra pada Kamis (19/2/2026).
Ia mengaku mendapat banyak laporan warga soal jalan nasional yang rusak. Untuk itu, ia akan membuka komunikasi dengan Kementerian PUPR atau pihak lain yang berwenang. "Banyak jalan nasional yang bolong. Bukan kita yang membenahi, tapi kita koordinasi. Begitu juga dengan jalan kabupaten," ucapnya.
Perbaikan harus segera dilakukan, meski sifatnya sementara. Andra tak menampik bahwa penanganan jelang mudik ini seringkali hanya bersifat darurat, sambil menunggu pekerjaan permanen oleh kontraktor.
"Jelang lelang dan kontrak, mohon untuk dimaklumi penanganan ini sementara. Kita bangun komunikasi dalam rakor, H-10 targetnya," pungkas Andra.
Artikel Terkait
LPDP Masih Hitung Jumlah Pengembalian Dana Beasiswa dari Alumni yang Viral
SIM Keliling Kembali Beroperasi di Lima Titik Jakarta untuk Perpanjang SIM A dan C
Kartu Merah VAR untuk Kelly Picu Kekalahan Juventus di Liga Champions
Inisiator Papua Connection Kecam Serangan KKB terhadap Guru dan Tenaga Kesehatan sebagai Teror Kemanusiaan