Menurutnya, seleksi ini penting untuk memastikan kondisi calon peserta. "Tujuannya dipastikan yang bersangkutan sehat, tidak ada kondisi fisik yang membatasi."
Soal apakah peserta harus laki-laki atau perempuan, Rico mengatakan hal itu diserahkan sepenuhnya kepada instansi masing-masing. Mereka yang dikirim adalah yang mendaftar dari dalam.
Rencananya, pelatihan akan digelar mulai April 2026 nanti. Pelaksanaannya dibagi dua gelombang.
"Gelombang pertama dua ribu orang, berlangsung sekitar satu setengah bulan. Lalu dilanjutkan gelombang kedua dengan jumlah yang sama, juga satu setengah bulan," tutur Rico.
Wacana ini sebenarnya sudah disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akhir Januari lalu. Saat itu, dia menyebut sekitar 4.000 ASN di wilayah Jakarta akan mendapat pelatihan dasar militer. Sasaran utamanya adalah pegawai berusia 18 hingga 35 tahun.
Artikel Terkait
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026
Inter Milan Tumbangkan Como 4-3 dalam Laga Dramatis, Puncak Klasemen Makin Kokoh