Prabowo Instruksikan Pembatasan Game Online Kekerasan Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta

- Minggu, 09 November 2025 | 20:55 WIB
Prabowo Instruksikan Pembatasan Game Online Kekerasan Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta
Prabowo Instruksikan Pembatasan Game Online Usai Ledakan SMAN 72 Jakarta - Kebijakan Baru

Prabowo Instruksikan Pembatasan Game Online Usai Ledakan SMAN 72 Jakarta

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membatasi game online, khususnya yang mengandung unsur kekerasan. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta.

Dalam pernyataannya di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Minggu (9/11/2025), Prasetyo menyampaikan, "Beliau tadi menyampaikan bahwa kita mesti juga harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online."

Game Online Jadi Faktor Pemicu Insiden

Hasil rapat terbatas yang dipimpin Prabowo bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menyimpulkan bahwa game online menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terduga pelaku ledakan di SMAN 72.

"Karena tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ ada hal yang kurang baik yang mungkin itu bisa mempengaruhi generasi kita ke depan," tegas Prasetyo.

Game Kekerasan Seperti PUBG Jadi Perhatian Khusus

Prasetyo secara khusus menyoroti game dengan konten kekerasan seperti PUBG yang dinilai dapat memicu aksi berbahaya. "Misalnya contoh PUBG, di situ ada jenis-jenis senjata yang mudah sekali untuk dipelajari," ungkapnya.

Kekhawatiran utama yang disampaikan Prabowo adalah dampak psikologis jangka panjang dimana anak-anak menjadi terbiasa dengan aksi kekerasan. Hal ini berpotensi membuat perundungan atau bullying dianggap sebagai hal yang biasa.

Solusi Alternatif: Aktifkan Karang Taruna dan Pramuka

Selain pembatasan game online, Prabowo juga menginstruksikan penguatan kegiatan sosial sebagai alternatif positif. "Kita perlu menumbuhkan kembali kepedulian sosial, menghidupkan kembali kehidupan bermasyarakat kita. Karang taruna harus aktif kembali, pramuka harus aktif kembali," jelas Prasetyo.

Pihaknya juga meminta peran aktif guru dan tenaga pendidik dalam mengawasi siswa serta menumbuhkan kepekaan sosial. "Para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian apabila ada sesuatu yang dirasa mencurigakan," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar