Plt. Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, yang hadir dalam kesempatan sama, memberikan rincian.
"Kita dapatkan AFZ di kos-kosannya di Cikarang. Tepatnya daerah Cibatu, Cikarang Selatan," jelas Roy.
Bagi Roy, keberhasilan ini bukan sekadar angka. Dia punya cara lain memandangnya. Setiap butir pil yang disita, berarti satu jiwa yang mungkin terselamatkan dari jerat narkoba.
"Dengan 4.080 butir ini, kita bisa bilang negara sudah menyelamatkan sedikitnya 4.080 jiwa dari potensi penyalahgunaan," katanya.
Memang, modusnya terlihat sederhana: memanfaatkan kiriman paket biasa. Namun di balik itu, niatnya gelap. Upaya penyamaran paket wedding dress itu akhirnya terbongkar juga, mengungkap sisi lain perdagangan narkoba yang terus mencari celah.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Pulang Tanpa Kesepakatan
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diamankan KPK dalam OTT
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Isu Nuklir Jadi Penghalang