Malam pergantian tahun di Bali berubah jadi mimpi buruk. Di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, kobaran api melahap tak kurang dari sepuluh vila hingga ludes. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 31 Desember 2025, itu langsung memenuhi linimasa media sosial dengan video dan curahan hati warganet yang miris.
Dari kejauhan, pemandangannya sungguh mencekam. Langit malam berwarna jingga menyala, diterangi kobaran api yang membesar. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menghilangkan indahnya malam tahun baru. Salah satu video yang viral, diunggah oleh akun TikTok maharani.1205, merekam panorama mengerikan itu dari dalam mobil yang melintas.
Lantas, apa pemicunya? Menurut sejumlah keterangan yang beredar, biang keroknya diduga adalah percikan kembang api. Percikan kecil itu konon menyambar bagian vila yang mudah terbakar. Api pun merambat dengan cepat, tak terbendung, menghanguskan satu vila demi vila lainnya dalam waktu singkat.
Insiden ini langsung memantik gelombang komentar pedas dari netizen. Banyak yang geram, menyoroti bahaya di balik pesta kembang api yang kerap dianggap sepele.
“Gara-gara kembang api... enggak ada guna kembang api! Banyak kebakaran! Anjing dan kucing ketakutan lari di sepanjang jalan, banyak mati kena tabrak mobil,” tulis akun Evan.
Kritik lain diarahkan ke kebijakan yang dinilai setengah hati. Larangan menyalakan kembang api, kata mereka, tidak berarti apa-apa jika peredarannya sendiri masih dibiarkan.
“Pemerintah melarang adanya kembang api, tapi kenapa dibiarkan ada yang jual kembang api. Tidak ada ketegasan, semua hanya sebuah peraturan saja,” ungkap akun LEO.
Suasana malam tahun baru yang seharusnya riang, berubah jadi tragedi. Memang, tidak semua orang paham cara menyalakan kembang api dengan aman. Akibatnya, risiko seperti ini selalu mengintai.
Melihat hal itu, muncul usulan dari warganet untuk langkah pencegahan yang lebih konkret. Pengawasan ketat di lapangan dinilai lebih efektif daripada sekadar imbauan.
“Menurut saya, kalau malam tahun baru adakan penjagaan polisi/pecalang di setiap desa. Soalnya banyak saya lihat anak-anak lempar-lempar kembang api dan bikin orang pada kaget, apalagi ada yang sampai kena, itu sangat berbahaya,” saran akun owner casper.
Sayangnya, usulan itu datang terlambat untuk sepuluh vila di Pecatu. Yang tersisa kini hanya abu dan pertanyaan: kapankah kesadaran akan keselamatan benar-benar diutamakan di tengah euforia?
Artikel Terkait
Pemerintah Buka Investasi AS di Mineral Kritis, Tegaskan Tak Ada Ekspor Bahan Mentah
Dana Danantara Bakal Dikelola Manajer Investasi Global
Prabowo Terima Jersey Reece James dari CEO Chelsea di Tengah Pertemuan dengan 12 Pengusaha AS
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Bogor dan Bekasi Berbeda 4 Menit