Trump Klaim Kemenangan Ekonomi dan Keamanan di Pidato Negara, Kongres Terbelah dan Ricuh

- Rabu, 25 Februari 2026 | 18:15 WIB
Trump Klaim Kemenangan Ekonomi dan Keamanan di Pidato Negara, Kongres Terbelah dan Ricuh

Reaksi yang Terbelah

Di sepanjang pidato, tepuk tangan berdiri datang silih berganti dari bangku Partai Republik. Sebaliknya, mayoritas Demokrat hanya duduk diam. Mereka baru berdiri saat tim hoki dipersilakan, atau ketika Trump meminta semua anggota kongres berdiri jika setuju bahwa prioritas pemerintah adalah melindungi warga AS, "bukan imigran ilegal".

Bahkan, sekitar 50 kursi sengaja dibiarkan kosong oleh anggota Demokrat yang memboikot. Yang hadir pun tak segan menyela. Saat Trump mengklaim telah "menyelesaikan delapan perang", suara lantang Rashida Tlaib, anggota kongres dari Michigan, memecah kesunyian. "Itu bohong!" teriaknya.

Ilhan Omar juga berteriak, "Anda telah membunuh warga Amerika Serikat!", menanggapi pujian Trump atas operasi ICE di Minnesota.

Protes visual juga muncul. Anggota DPR Al Green mengacungkan papan bertuliskan "Orang kulit hitam bukan kera!", merujuk pada video rasis tentang Barack dan Michelle Obama yang pernah dibagikan Trump. Aksi itu berakhir dengan pengusirannya dari ruang sidang.

Isu sensitif lain, seperti imigrasi dan kasus Epstein, juga disoroti lewat tamu undangan para anggota Demokrat. Senator Chuck Schumer mengundang ibu dari pelajar yang ditahan imigrasi. Sementara itu, kursi anggota parlemen Maxine Dexter diberikan kepada Lisa Phillips, penyintas kasus Epstein.

Phillips, dengan harapan tertahan, berujar bahwa ia hanya ingin ada pengakuan dari presiden dalam pidato itu. "Kami tidak akan berhenti sampai semua berkas dirilis," tekannya.

Malam itu, di balik klaim-klaim kemenangan dan retorika percaya diri, ruang sidang Kongres lebih mirip panggung pertarungan politik yang nyata dan menyakitkan. Setiap tepuk tangan, setiap teriakan, dan setiap kursi kosong bercerita tentang sebuah negara yang masih jauh dari kata bersatu.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar