Sebelumnya, hidangan yang disajikan juga tak kalah beragam. Mulai dari roti strawberry, telur bebek rebus, kacang kribo, sampai buah kelengkeng. Semua diolah langsung tiap hari, termasuk jenang dan kacang gimbal. Hanya proses pencucian wadah (ompreng) yang dibantu oleh tim pemorsian, karena makanan tidak dikemas dalam foodtray.
Lalu bagaimana dengan distribusinya? Nah, untuk memastikan ketepatan waktu, SPPG membagi pengiriman jadi dua kloter. Pengelompokannya berdasarkan usia sekolah.
“Yang pertama kurang lebih pukul 7.30 pagi dan yang kedua kurang lebih pukul 09.00. Yang pagi untuk kelas kecil TK, Paud, dan yang jam kedua untuk kelas besar SD dan SMP,” jelasnya.
Jangkauan program ini ternyata tak hanya untuk anak sekolah. Di hari pertama Ramadan, SPPG Bener juga mendistribusikan 161 porsi makanan ke empat posyandu. Sasaran utamanya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Untuk ibu hamil dan menyusui, menunya disiapkan khusus: roti abon, paha ayam semur, perkedel tahu, plus jeruk. Sementara balita mendapat menu serupa, dengan tambahan telur semur.
Secara total, program MBG di wilayah ini melayani 3.983 penerima manfaat. Mereka tersebar di 29 sekolah dan 4 posyandu. Pelaksanaan di SPPG Bener dan Kebon Gunung ini menunjukkan satu hal: optimalisasi program bisa dicapai lewat pengolahan bahan segar dan jadwal distribusi yang ketat.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi
Persib Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di GBLA Saat Hadapi Madura United
Pemkab Bogor Siapkan 55 Bus Gratis untuk Mudik Lebaran dari Stadion Pakansari
Ledakan Bahan Peledak di Fasilitas Dekat Zurich Lukai Dua Orang