tambah Rini.
Di sisi lain, program ini bukan cuma untuk siswa. Ada tujuan penting lainnya, yaitu menjalin komunikasi antara guru TK dan guru SD. Dengan kolaborasi ini, diharapkan guru SD lebih paham karakter murid yang baru datang, sementara guru TK mengerti kurikulum yang akan dihadapi anak didiknya nanti. Sinergi kurikulum ini dianggap vital untuk memuluskan transisi.
Namun begitu, program sebesar ini tentu butuh pengawasan ketat. Untuk memastikan semuanya berjalan efektif, Rini mengerahkan seluruh jajarannya, mulai dari Bunda PAUD Kecamatan hingga Kelurahan. Mereka turun langsung untuk memonitor dengan instrumen khusus. Evaluasinya mencakup banyak hal, mulai dari dampak bagi guru dan orang tua, sampai dokumentasi di media sosial.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Surabaya mendapatkan haknya untuk merasakan transisi sekolah yang mulus. Ini adalah langkah nyata dalam menyukseskan pondasi Wajib Belajar 13 Tahun 1 Tahun Pra Sekolah yang dicanangkan pemerintah pusat,"
tegasnya.
Meski skalanya masif, Rini menekankan bahwa esensi kegiatan ini justru pada kesederhanaannya. Tidak ada perayaan atau pentas seni yang berlebihan. Fokusnya murni pada edukasi dan pengalaman nyata bagi anak-anak.
Melalui GEMILANG, Surabaya seakan ingin mengatakan bahwa komitmen pada pendidikan bermutu sejak dini bukan sekadar wacana. Mereka bergerak, dengan cara yang sistematis namun tetap manusiawi. Visi besar pendidikan nasional memang harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang terukur seperti ini.
Artikel Terkait
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin
Elemen Masyarakat Deklarasi Dukungan untuk Program Jaga Jakarta Polda Metro Jaya
Wamenpar: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Keharusan untuk Tingkatkan Daya Saing Global