Alex optimistis. Menurutnya, masuk ke ekosistem Muhammadiyah akan memberi kontribusi signifikan untuk portofolio Dana Pihak Ketiga (DPK). Ia juga membandingkan dengan Malaysia, di mana pangsa pasar syariah sudah tembus 40 persen. Itu jadi pendorong tersendiri.
“Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen memberikan manfaat finansial yang berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur,” pungkas Alex.
Sementara dari kubu Muhammadiyah, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyambut baik kerja sama ini. Ia menyebut Muhammadiyah akan terus berkembang untuk memperkuat ekosistem syariah di tanah air.
“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air,” ujar Hilman.
Ia menambahkan, Pimpinan Pusat sudah membentuk tim khusus. Tugasnya mengurus pengadaan perumahan, baik bersubsidi maupun non-subsidi, bagi pegawai, karyawan, dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Tentu diantaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” jelas Hilman.
Kerja sama ini, jika berjalan mulus, bisa jadi percikan api yang mengubah peta perbankan syariah. Setidaknya, itu harapan yang kini digantungkan banyak pihak.
Artikel Terkait
Debt Collector Diduga Otak Penusukan Advokat Ditangkap di Semarang
Siswa SD dan Ayahnya Selamat Usai Terseret Banjir Lahar di Sungai Regoyo
Surabaya Gelar Gerakan GEMILANG, 2.776 TK Kunjungi SD untuk Permudah Transisi Murid
Tito Karnavian Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serukan Hunian Layak bagi Pengungsi Aceh