TANGERANG Ekspansi besar-besaran akhirnya dimulai. PT Bank Syariah Nasional (BSN) kini resmi merambah ekosistem Muhammadiyah, ormas Islam terbesar di negeri ini. Langkah ini jelas strategis. Targetnya satu: mendongkrak pangsa pasar perbankan syariah yang, jujur saja, mandek di angka 7-8 persen selama sepuluh tahun terakhir.
Semuanya berawal dari penandatanganan Nota Kesepahaman di Tangerang, Selasa lalu. MoU dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu jadi pintu gerbang bagi BSN untuk mengelola likuiditas di ribuan titik jaringan persyarikatan. Mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga usaha-usaha kecil warga. Jaringannya luar biasa luas.
Bagi Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, ini adalah langkah nyata. “Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang,” ujarnya.
Alex menegaskan, Muhammadiyah punya legitimasi dan jaringan ekonomi yang kuat. Kerja sama ini disebutnya momentum untuk membangun kepercayaan dengan layanan yang konkret.
“Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” kata Alex, Rabu (25/2).
Jadi, apa yang akan dilakukan BSN? Intinya, bank ini akan menjadi penyedia solusi cash management digital untuk seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Mereka mengincar pengelolaan dana, sistem payroll, virtual account, sampai integrasi QRIS untuk ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.
Tak cuma di level institusi. BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN. Sasarnya? Jutaan warga persyarikatan langsung. Seluruh ekosistem ini nantinya bakal terhubung dalam satu aplikasi: Bale Syariah by BSN. Dari situ, akses untuk pembiayaan rumah syariah hingga investasi cicilan emas bisa dilakukan secara digital.
Di sisi lain, aksi ekspansi ini punya fondasi yang cukup kuat. Pasca-transformasi tahun lalu, kondisi BSN terlihat kian solid. Bank yang lahir dari akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah ini mencatat aset hingga Rp72,9 triliun per Desember 2025. Mereka didukung 118 outlet nasional.
Artikel Terkait
Debt Collector Diduga Otak Penusukan Advokat Ditangkap di Semarang
Siswa SD dan Ayahnya Selamat Usai Terseret Banjir Lahar di Sungai Regoyo
Surabaya Gelar Gerakan GEMILANG, 2.776 TK Kunjungi SD untuk Permudah Transisi Murid
Tito Karnavian Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serukan Hunian Layak bagi Pengungsi Aceh