Raja Abdullah sendiri bukan tamu asing di Jakarta. Ia telah membalas kunjungan itu dengan datang ke Indonesia pada November 2025.
“Saya minta Raja Abdullah menjadikan Indonesia sebagai rumah keduanya,” begitu kira-kira pesan Prabowo dalam pertemuan di Jakarta waktu itu.
Selain pertemuan empat mata, Rabu juga diisi dengan serangkaian penandatanganan kerja sama di beberapa sektor antara kedua negara. Rencananya, setelah semua agenda selesai, Presiden akan bertolak dari Amman pada Rabu sore.
Sementara itu, di hotel tempatnya menginap di pusat kota, suasana berbeda sudah menanti. Puluhan diaspora dan mahasiswa Indonesia tampak antusias. Mereka sejak tadi merapikan barisan di lobi, berharap bisa menyapa langsung atau sekadar melihat dari dekat sang Kepala Negara.
Perjalanan dari London sendiri tak sendiri. Presiden didampingi sejumlah pejabat kunci seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menlu Sugiono, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Rombongan terbatas, untuk misi yang jelas.
Lawatan singkat ini, meski padat, punya bobot sejarahnya sendiri. Menegaskan sebuah persahabatan lama yang terus dijaga, sambil membawa kepentingan nasional ke meja perundingan.
Artikel Terkait
Cut Tari Siap Syuting Web Series Setelah Vakum 7 Tahun
Gubernur DKI Ancam Bongkar 185 Lapangan Padel Ilegal di Jakarta
Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jakbar, Semua 77 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Ibu di Surabaya Berjuang Temui Anak Diduga Diculik, Proses Hukum Masuk Tahap Penyidikan