Surabaya masih menjadi saksi sebuah penantian panjang. Avril Waloeyo, seorang ibu, terus menunggu kepastian hukum atas kasus yang ia laporkan sejak Oktober tahun lalu: dugaan penculikan anak kandungnya sendiri. Hingga kini, prosesnya sudah masuk tahap penyidikan di bawah Polrestabes Surabaya.
Meski berat, Avril mengaku masih bersyukur. Setidaknya, roda hukum untuk laporannya terus berputar. Harapannya sederhana tapi mendalam: proses ini bisa memberi keadilan dan, yang paling penting, membuka jalan untuk ia bertemu kembali dengan buah hatinya yang kini sudah menginjak usia tiga setengah tahun.
"Iya, saya mengapresiasi kinerja Polrestabes Surabaya karena laporan atas penculikan anak saya sudah naik sidik dan mereka juga sudah menunjukkan effort untuk membantu saya,"
Ucap Avril dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Semua ini berawal dari sebuah siang di pertengahan Oktober 2025. Kejadiannya berlangsung di apartemen tempat tinggal Avril. Sejak peristiwa itu, ia tak lagi memeluk anaknya.
Menurut cerita Avril, waktu itu jam menunjukkan pukul sepuluh hingga sebelas pagi. Melanie Herijanto, ibu angkatnya yang berusia 63 tahun, tiba-tiba datang tanpa kabar. Rupanya, Melanie bisa masuk dengan mengambil salah satu kunci akses apartemen, sesuatu yang tidak diketahui Avril.
Di sana, Melanie bilang rencananya cuma mengajak Owen anak Avril ke mall yang letaknya persis di bawah apartemen. Tujuannya untuk bertemu dengan Sindu Waloeyo. “Janjinya sih sebentar saja, langsung balik,” kenang Avril.
Tapi janji itu tinggal janji. Beberapa jam berlalu, Owen tak kunjung pulang. Kabarnya pun hilang sama sekali. Avril berusaha menghubungi Melanie, tapi teleponnya tak pernah diangkat. Kekhawatiran yang menggumpal akhirnya mendorongnya untuk melangkah ke kantor polisi.
"Sebagai seorang ibu yang sangat khawatir, saya kemudian menghubungi polisi setempat. Petugas datang ke apartemen, dan saya menjelaskan seluruh kejadian. Dan saya berharap bisa mendapatkan keadilan dalam kasus ini dan semoga segera selesai,"
Jelasnya.
Sekarang, yang tersisa adalah harapan. Avril berpegang pada proses penyidikan yang sedang berjalan, berdoa agar semua ini cepat menemukan titik terang. Baginya, setiap detik adalah hitungan mundur untuk sebuah reuni yang ia idam-idamkan.
Artikel Terkait
Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Momen Kejutan bagi Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis